“Ini haikuKu mana haikuMu”.

Minggu, 07 Desember 2014

Bentang Sakati

| No comment
bukit dadamu
kendor sudah; lakimu
naik birahi


sepasang dada
bertukar risalahnya
naik birahi


seprai di kamar
sisa hujan semalam
sepasang dada 


bunga kecubung
mekar di taman; burung
mu, pingsan tarung 


kondom dan pintu
narasi laku kamar
sewa bulanan 


pisangmu lebur
ditangkup roti bakar
nya; bulan biru 


di balik pintu
pilu terawat intens
jendela kenang 


pada jendela
lapuk: sepasang mata
sepi cahaya 


kekal nan pasti
selepas sidang hisab
ruangmu mana? 


mati tak mati
hidup, enigma hati
: labirin bumi! 


kekal nan pasti
selepas sidang hisab
ruangmu mana? 


waktu yang lolos
dunia yang keropos
hati yang ngempos 


bobosnya polos
sambil tenang mengoplos
jadilah chaos 


waktu dioplos
mabuk dioplos kamu
begitu polos 


bukan takdir yang
salah, tapi kau labil
pilih neraka
Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar