bukit dadamukendor sudah; lakimu
naik birahi
sepasang dada
bertukar risalahnya
naik birahi
seprai di kamar
sisa hujan semalam
sepasang dada
bunga kecubung
mekar di taman; burung
mu, pingsan tarung
kondom dan pintu
narasi laku kamar
sewa bulanan
pisangmu lebur
ditangkup roti bakar
nya; bulan biru
di balik pintu
pilu terawat intens
jendela kenang
pada jendela
lapuk: sepasang mata
sepi cahaya
kekal nan pasti
selepas sidang hisab
ruangmu mana?
mati tak mati
hidup, enigma hati
: labirin bumi!
kekal nan pasti
selepas sidang hisab
ruangmu mana?
waktu yang lolos
dunia yang keropos
hati yang ngempos
bobosnya polos
sambil tenang mengoplos
jadilah chaos
waktu dioplos
mabuk dioplos kamu
begitu polos
bukan takdir yang
salah, tapi kau labil
pilih neraka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar