“Ini haikuKu mana haikuMu”.

Rabu, 10 Desember 2014

Henda Surwenda Atmadja (2)

| No comment

awan berarak
burung hinggap tak terbang
langit menangis

ayah melangkah
bunda tetap dirumah
sejahteralah

digenggam ayah
dituntun bunda jua
hidup dewasa

melangkah jauh
berteman kepedihan
tinggalkan pahit

hidup tersudut
bisu dipinggir desa
menyerah kalah

pribumi minggir
tersingkir dan terusir
hidupnya nyinyir

kalah bertarung
ditanahnya leluhur
hina menggempur

terusir kalah
tanah leluhur pindah
pribumi musnah 

kampus sekarang
dihuni putra putri
mami dan papi

belajar baca
dicafe cafe kota
berkawan wifi

suara lantang
tak ada lagi bunyi
beberkan jerit

study kini
tampilkan laptop baru
pameran gaya

kutengok kampus
mahasiswa tertidur
dosen berbisnis 

papi dan mami
anak bangga di cafe
terbawa angin

papi dan mami
anak bangga di cafe
nilainya kabur

ditiap tempat
cafe dan kaum muda
sejarah mati

ditiap tempat
cafe dan kaum muda
saling bodohi

ditiap tempat
cafe dan kaum muda
saling memberi

ditiap tempat
cafe dan kaum muda
kadang semarak

ditiap tempat
cafe tak pernah kosong
membuang waktu

kutengok kampus
mahasiswa tertidur
dosen berbisnis

 

Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar