“Ini haikuKu mana haikuMu”.

Selasa, 09 Desember 2014

Herry Dim dan Haikunya

| No comment
 

4 HAIKU ANGIN

angin hembuslah
terpa si renta hingga
terbang menghilang

ayo badai
bongkar benakku agar
tak ikut gila

di mana-mana
kini bertebaran sudah
ketakwarasan

ke dalam hening
sepi yang paling senyap
kuingin luruh

--oOo--

4 SENRYU ANGIN

kentut berbau
nyatalah lebih jujur
hai koruptor

menguap lebar
bukanlah kantuk sayang
sendawa dosa

sinterklaas palsu
sembunyikan kotoran
bau tercium

sejauh terbang
dusta tetaplah tinggal
angin tak suka

--ooOoo--

SEBUAH TANKA

ayang-ayang gung
nun si bukan haijin
izinkan lewat
maksud berbagi kata
sayangnya hanya tanka

--ooOoo--

o satu kawan
terkabar telah pulang
selamat jalan

siit uncuing
menjerit di wuwungan
memberi kabar

satu satu o
kawan dan sahabatku
bergilir pergi

kucari-cari
doa penghantar itu
kususun kata

selamat jalan
lirih bisik hatiku
tunggu giliran

[selamat jalan c.a. : tak pepak kita dalam perjumpaan tapi dari yang sedikit itu tak hilang jua dalam kenangan - di sana ada juga m.r.e - kita merangkai cita-cita o bukan untuk kita melainkan demi rindu bangsa ini menjadi maju - sahabat, tak akan pernah lengkap doa untuk mengantar : selamat jalan]
oh, ya, nuhun Soni Farid Maulana atas kabar sms-nya*

bagaimana
aku suka haiku
yang irit itu?


ia ajarkan
artinya kesabaran
kesetiaan


seperti biksu
ikhlas merawat rumput
menyusun batu


jauhkan diri
dari keangkuhannya
libre o bebas


Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar