“Ini haikuKu mana haikuMu”.

Senin, 08 Desember 2014

Aghan S Parmin

| No comment



subuh mengembun
pagi tabur cahaya
burung terbanglah

sampit, 12 2014

gelembung busa
angin riuh berlalu
tangan kosonglah

sampit, 12 2014

bintang berkedip
malam bak rahim bunda
mengadam-hawa

sampit, 12 2014

layang melayang
dalam kendali tangan
aku layang kau

sampit, 12 2014

malam meluruh
gelap menyimpan intan
bumi terengkuh

Sampit, 12 2014

haru matahari
meminang malam jaga
mencucup bunga
sampit, 12 2014


di meja ini
makanan siap saji
haikukan haiKu

sampit, 12 2014

rambut kepala
ku tak tahu jumlahnya
tahukah anda

sampit, 12 2014

Sepisang haiku
kukupas kukuliti
sarapan pagi

sampit, 12 2014

 

Kubaca langit
mengheninglah bumiku
segala o ya

sampit, 12 2014

langit melengkung
aku di kolong cekung
main denganmu

sampit, 12 2014

rek kodok ngorek
ngorek di pinggir banyu
netaslah haiku

sampit, 12 2014

tertusuk duri
nyeri sampai ke hati
kupanggil kamu

sampit, 12 2014

di cangkir ini
gula kopi tersedu
kau dan aku

sampit, 12 2014

semalam kita
kau dan aku menyatu
mandiku madu

sampit, 12 2014

pagi merona
sapa lambai gemulai

kuk kur tekukur

sampit, 12 2014

bak laba hitam
rajut benang di ranting
gagak mengoyak

sampit, 12 2014

menanak hati
di dapur-dapur diri
matang, sajikan

sampit, 12 2014

girang mentari
serindang rimbun pagi
memungut embun

sampit, 12 2014

 

seporsi haiku
tersaji koki hokku
hap kulahap hap

sampit, 12 2013 

 

sinyal let lellet
on line bet bet lemmbet
sabbar ta ie

sampit, 12 2014 


malam datanglah
hati sunyi meraja
pintu bukalah

sampit, 12 2014

bintang berkedip
malam bak rahim bunda
mengadam-hawa

sampit, 12 2014

subuh mengembun
pagi tabur cahaya
burung terbanglah

sampit, 12 2014

malam meluruh
gelap menyimpan intan
bumi terengkuh

Sampit, 12 2014

gelembung busa
angin riuh berlalu
tangan kosonglah

sampit, 12 2014

layang melayang
dalam kendali tangan
aku layang kau

sampit, 12 2014

disinar bulan
daun sepuhan perak
hanyutku haiku

sampit, 12 2014

bulan cemerlang
bumi indah cahaya
aku dalam Hai

sampit, 12 2014

sehabis hujan
pohon-pohon menghening
batu tak gigil

sampit, 12 2014


Aghan S Parmin : Lahir di Indramayu, 22 juni 1978. Pernah mengikuti kuliah di UIN jakarta hingga semester 6 dengan tidak melanjutkannya meraih gelar. Tahun 1996, aktif di Sanggar Tonggak Ciputat di bawah binaan LSMI HMI Ciputat dan ikut mendirikan Sanggar Altar Ciputat, bersama itu pula di bawah divisi Sanggar Altar tersebut mendirikan Bulletin Sastra NOL Ciputat. Sejak 2002 hingga sekarang aktif di Sanggar Sastra Religius Mentaya Estetika Sampit, pernah menjadi Staff Redaktur Bulletin Swara Mentaya. Hingga sekarang aktif mengajar di SSR-MES, Pondok Pesantren Al-Ahqaaf Mentaya Estetika Sampit. Karya puisinya diterbitkan bersama 73 penulis Sanggar Sastra Kembang Langit dalam format Antologi bertajuk "Menuju Jalan Cahaya", Antologi Religi "Ziarah Batin", Antologi "Wakil Rakyat (Sanggar Sastra Kembang Langit 2013) Javakarsa Media, Yogyakarta 2013.

Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar